Dunia mode menyaksikan momen penuh ketika supermodel Adriana Lima bersatu kembali dengan Victoria’s Secret. Namun, ini bukan hanya comeback solo; Lima berbagi sorotan dengan putrinya, Valentina dan Sienna, dalam kampanye yang merayakan warisan keluarga dan mode.
Kembali ke Akarnya
Sejarah Adriana Lima dengan Victoria’s Secret sungguh melegenda. Landasan merek ini sejak debutnya pada tahun 1999, dia adalah salah satu “Malaikat” asli dan terkenal mengenakan Fantasy Bra bergengsi $2 juta. Pengaruhnya terhadap merek tersebut begitu signifikan sehingga ia pernah dinobatkan sebagai “Malaikat Victoria’s Secret yang paling berharga”.
Setelah jeda dari runway, Lima kembali menggunakan merek tersebut melalui kampanye baru “Modeled After Mom”. Langkah ini menandakan perubahan dalam cara merek-merek lama melakukan pendekatan terhadap penyampaian cerita—beralih dari ikon tunggal ke tema koneksi dan keterhubungan antargenerasi.
Kampanye “Meniru Ibu”.
Kampanye baru ini menampilkan Lima bersama dua putri sulungnya, Valentina (lahir 2009) dan Sienna (lahir 2012). Materi promosi yang dibagikan melalui Instagram menampilkan ketiganya dalam balutan pakaian santai berwarna abu-abu dan krem.
Arah visual kampanye menekankan rasa keintiman dan kenyamanan:
– Tema Visual: Para putri terkenal karena kemiripan mereka yang mencolok dengan ibu mereka, sehingga menciptakan estetika “mini-me”.
– Pesan Merek: Victoria’s Secret membingkai kolaborasi ini sebagai jembatan antar generasi, dengan menggunakan tagline: “Dari satu generasi ke generasi berikutnya, cinta memimpin.”
– Kemitraan: Konten ini dibuat melalui kolaborasi dengan @spreadthejelly, memadukan mode kelas atas dengan konten media sosial yang berorientasi pada gaya hidup.
Dari Supermodel hingga Matriark
Transisi dari ikon peragaan busana menjadi ibu dengan jelas telah mendefinisikan ulang perspektif Lima mengenai karier dan kehidupannya. Setelah berbagi dua putri sulungnya dengan mantan suaminya Marko Jarić dan baru-baru ini menyambut seorang putra, Cyan, dengan pasangannya Andre Lemmers, Lima sangat vokal tentang kekuatan transformatif dari peran sebagai ibu.
Dalam refleksinya di masa lalu, Lima mencatat bahwa menjadi orang tua telah membawa rasa kedewasaan dan keamanan yang baru, yang secara mendasar mengubah prioritas hidupnya. Evolusi ini terlihat jelas dalam pilihan profesionalnya baru-baru ini, di mana ia memanfaatkan statusnya tidak hanya sebagai model, namun juga sebagai ibu pemimpin, memberikan lapisan keaslian pada arah baru merek tersebut.
“Menjadi orang tua benar-benar mengubah saya sepenuhnya… Saya, dalam pikiran saya, lebih dewasa, lebih aman. Ini mengubah prioritas saya sepenuhnya.” — Adriana Lima
Kesimpulan
Dengan menampilkan putrinya dalam kampanye terbaru ini, Adriana Lima menjembatani kisah masa lalunya dengan era baru penceritaan merek yang mengutamakan keluarga dan warisan. Kolaborasi ini menandai poros strategis bagi Victoria’s Secret, beralih dari glamor murni menuju narasi multi-generasi yang lebih manusiawi.
