Menjadi Sukarelawan Hanya Beberapa Jam Seminggu Dapat Melindungi Kesehatan Kognitif Anda

18

Mempertahankan umur panjang dan sehat secara fisik adalah tujuan bersama, namun memastikan ketajaman mental dalam perjalanannya juga sama pentingnya. Penelitian baru menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana dan mudah dilakukan—menjadi sukarelawan—dapat berkontribusi signifikan terhadap tujuan ini. Sebuah penelitian yang mengamati lebih dari 30.000 orang dewasa selama dua dekade mengungkapkan bahwa menjadi sukarelawan atau bantuan informal secara rutin berpotensi memperlambat penurunan kognitif terkait usia.

Temuan Studi: Dua hingga Empat Jam Seminggu Menunjukkan Manfaat Terbesar

Para peneliti menganalisis data dari Health and Retirement Study, sebuah proyek penelitian jangka panjang, untuk menguji hubungan antara membantu orang lain dan kesehatan kognitif. Temuan yang dipublikasikan di Social Science & Medicine ini menunjukkan adanya hubungan yang menarik: individu yang menyumbangkan waktunya atau secara teratur membantu tetangga, kerabat, atau teman mengalami penurunan kognitif 15 hingga 20 persen lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Manfaat paling signifikan muncul ketika individu mendedikasikan sekitar dua hingga empat jam per minggu untuk membantu orang lain. Komitmen waktu yang relatif sederhana ini dapat menimbulkan dampak besar pada kesehatan otak jangka panjang.

Mengapa Membantu Orang Lain Dapat Melindungi Otak Anda

Hubungan yang diamati antara aktivitas sukarela dan penurunan kognitif yang lebih lambat kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berhubungan. “Menjadi sukarelawan dan membantu orang lain melibatkan otak dan tubuh dengan cara yang melindungi terhadap penuaan kognitif,” jelas Sae Hwang Han, PhD, penulis utama studi dan profesor di The University of Texas di Austin.

Kegiatan ini menawarkan tiga manfaat:

  • Hubungan Sosial: Menjadi sukarelawan membina hubungan yang bermakna dan melawan isolasi, yang sangat penting bagi kesehatan otak.
  • Sense of Purpose: Berkontribusi pada suatu tujuan atau membantu orang lain dapat memberikan rasa kepuasan dan tujuan, yang dapat memengaruhi fungsi kognitif secara positif.
  • Stimulasi Kognitif: Menjadi sukarelawan sering kali melibatkan pemecahan masalah, mempelajari keterampilan baru, dan berinteraksi dengan orang lain, yang semuanya dapat membuat otak tetap aktif dan terlibat.

Faye Begeti, PhD, ahli saraf di Rumah Sakit Universitas Oxford, menekankan pentingnya stimulasi mental yang berkelanjutan sepanjang hidup. “Faktor kunci untuk mencegah penurunan kognitif adalah dengan terus menantang otak kita,” katanya. “Menjadi sukarelawan adalah cara luar biasa untuk melakukan hal itu.”

Di luar faktor-faktor ini, membantu orang lain juga dapat mengurangi stres dan peradangan—dua elemen yang diketahui terkait dengan penurunan kognitif.

Jenis Kesukarelaan Apa yang Memberikan Manfaat Paling Banyak?

Menurut penelitian, kerja sukarela secara langsung tampaknya paling efektif. Aktivitas seperti membantu di dapur umum atau membacakan untuk anak memperkuat penghargaan sosial dan psikologis yang mendukung kesehatan kognitif. Namun, kerja sukarela jarak jauh atau virtual tetap dapat bermanfaat, terutama jika melibatkan hubungan antarmanusia yang bermakna atau memberikan stimulasi kognitif.

Penting untuk dicatat bahwa menjadi sukarelawan tidak harus menjadi komitmen formal. Menawarkan bantuan informal, seperti menyiram tanaman tetangga atau memberikan bantuan kepada teman, juga bisa memberikan dampak yang sama.

Mempraktikkannya: Tindakan Kecil, Imbalan Besar

Temuan penelitian ini menggarisbawahi potensi upaya sederhana sekalipun untuk menjaga kesehatan kognitif. Dr. Han merekomendasikan untuk menargetkan waktu sekitar dua hingga empat jam seminggu—komitmen yang dapat dikelola dan dapat menghasilkan manfaat yang besar.

“Bahkan bantuan dalam jumlah kecil—sekitar dua hingga empat jam seminggu—dapat membuat perbedaan nyata bagi kesehatan kognitif jangka panjang,” kata Han.

Pada akhirnya, memprioritaskan keterlibatan yang bermakna dengan orang lain tidak hanya bermanfaat bagi komunitas – tetapi juga baik untuk otak Anda. Dengan mendedikasikan sebagian kecil waktu kita untuk membantu orang lain, kita berpotensi mendukung fungsi kognitif dan menikmati pikiran yang lebih tajam dan sehat seiring bertambahnya usia.