Penampilan balet Misty Copeland pada upacara Oscar 2026 secara luas ditafsirkan sebagai pernyataan tajam menyusul pernyataan meremehkan Timothée Chalamet tentang balet dan opera. Penari tersebut menjadi pusat perhatian saat membawakan “I Lied to You”, sebuah lagu yang telah menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan malam itu.
Chalamet sebelumnya menjadi berita utama karena mempertanyakan relevansi bentuk seni klasik, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan People bahwa dia tidak ingin bekerja di bidang “yang seperti, ‘Hei, jagalah agar karya ini tetap hidup, meskipun sepertinya tidak ada lagi yang peduli tentang ini.’” Komentar ini langsung mendapat reaksi keras dari komunitas seni.
Copeland sendiri menanggapi pernyataan Chalamet dalam wawancara CBS News, menyoroti warisan abadi balet dan opera: “Ada alasan mengapa opera dan balet telah ada selama lebih dari 400 tahun.” Dia juga mencatat ironi ketika Chalamet kemudian meminta dukungannya untuk filmnya, Marty Supreme, meskipun dia sebelumnya mengkritik bentuk seninya.
Penampilan penari tersebut di Oscar, khususnya saat tampil untuk nominasi Film Terbaik yang bersaing, dipandang oleh banyak orang sebagai teguran yang disengaja terhadap posisi Chalamet. Momen ini menggarisbawahi perdebatan yang sedang berlangsung tentang nilai budaya seni klasik di era pergeseran preferensi hiburan.
Kehadiran Copeland di atas panggung bukan sekedar pertunjukan; itu adalah pengingat nyata bahwa balet tetap relevan dan berkembang, meskipun ada klaim sebaliknya.
Insiden ini menyoroti ketegangan yang lebih luas antara budaya selebriti modern dan bentuk seni yang sudah mapan. Fakta bahwa kinerja Copeland mendominasi diskusi media sosial menunjukkan bahwa perdebatan ini mendapat tanggapan publik yang signifikan.




























