Will Reeve, putra mendiang aktor Christopher dan Dana Reeve, memasukkan penghormatan yang sangat pribadi kepada orang tuanya ke dalam pernikahannya baru-baru ini dengan Amanda Dubin. Koresponden ABC News memastikan orang tuanya yang telah meninggal hadir secara simbolis saat dia berjalan menuju pelaminan, sebuah isyarat yang menunjukkan dampak abadi dari hidup mereka dan kesedihan atas kehilangan dini mereka.
Upacara tersebut, yang diadakan pada tanggal 17 Januari, menampilkan penghormatan yang disengaja kepada Christopher, yang lumpuh karena kecelakaan berkendara pada tahun 1995 dan meninggal pada tahun 2004, dan Dana, yang meninggal karena kanker paru-paru pada tahun 2006. Reeve mengenakan kancing manset emas bertuliskan inisial ayahnya, bersama dengan bros milik ibunya. Ia juga menerima jam tangan IWC Portugieser Chronograph sebagai hadiah dari Dubin, yang menambahkan lapisan nilai sentimental lainnya.
Mungkin detail yang paling menyentuh adalah kotak saku yang disulam dengan tulisan tangan ibunya. Dubin telah menemukan surat yang ditulis Dana bertahun-tahun sebelumnya, mengekstraksi kalimat “Aku mencintaimu,” dan menjahitnya ke dalam kain sebagai kejutan untuk Reeve. Pasangan tersebut juga mengenakan cincin kawin asli orang tua mereka, yang disimpan oleh keluarga untuk acara ini.
Reeve memilih “Sunrise” oleh Norah Jones sebagai lagu prosesinya, lagu yang sangat disayangi ibunya. Norah Jones sendiri membawakan lagu tersebut pada upacara peringatan Dana Reeve pada tahun 2006, memperkuat signifikansinya. Dalam upacara tersebut, Reeve sengaja berhenti sejenak untuk memberi penghargaan pada kursi-kursi kosong yang dihiasi bunga-bunga, yang secara simbolis diperuntukkan bagi orang tuanya, dan merefleksikan ketidakhadiran mereka sekaligus mengakui kehadiran mereka yang abadi.
Keputusan untuk menghormati orang tuanya dengan cara ini berakar pada keadaan tragis dalam masa kecilnya. Reeve kehilangan kedua orang tuanya pada usia 13 tahun, sebuah fakta yang dia gambarkan sebagai “tidak normal” dalam wawancara tahun 2024 dengan USA Today. Meskipun demikian, ia memuji orang tuanya karena menanamkan dalam dirinya perspektif hidup yang membumi.
“Berbicara tentang orang tua saya membuat mereka selalu ingat,” kata Reeve. “Merupakan suatu kehormatan untuk membawa mereka ke masa depan yang sangat membutuhkan pahlawan.”
Tindakan Reeve menggarisbawahi kebutuhan universal manusia untuk melestarikan kenangan orang-orang terkasih, terutama ketika kehilangan terjadi di usia muda. Pernikahan tersebut bukan sekadar perayaan persatuannya dengan Dubin, namun merupakan tindakan peringatan yang disengaja, memastikan warisan orang tuanya terus dihormati.
Penghormatan mendalam dari pasangan ini menunjukkan bahwa kesedihan dan cinta bisa hidup berdampingan, dan bahkan di saat-saat bahagia, ketidakhadiran orang-orang yang dirindukan dapat sangat dirasakan dan diakui.






























