Tren Nama Bayi 2026: Yang Dipilih Orang Tua Saat Ini

23

Pemilihan nama bayi masih bersifat pribadi, namun sangat dipengaruhi oleh pergeseran arus budaya. Dari dampak hiburan hingga nilai-nilai sosial yang berkembang, banyak faktor yang membentuk pilihan orang tua. Para ahli memperkirakan beberapa tren utama akan mendominasi pemberian nama bayi pada tahun 2026, melampaui popularitas sederhana namun mencerminkan preferensi yang lebih dalam.

Estetika Halus dan Menenangkan

Keinginan yang semakin besar akan ketenangan mendorong orang tua memilih nama yang membangkitkan kedamaian dan dunia lain. Abby Sandel, pakar nama bayi, mencatat bahwa pemilihan warna “Cloud Dancer” Pantone yang kontroversial mencerminkan tren ini – sebuah bisikan ketenangan di dunia yang kacau. Nama-nama seperti Aura, Ophelia, Elowyn, dan Eliana diharapkan mendapatkan daya tarik, bersandar pada rasa keindahan yang halus.

Daya Tarik “Cottagecore” yang Terinspirasi Alam

Nama alam tetap populer, namun berkembang menjadi sesuatu yang lebih spesifik: estetika “cottagecore”. Tren ini menekankan citra pedesaan dan pastoral, dengan orang tua memilih nama seperti Flora, Rowan, dan Heath. Jennifer Moss dari BabyNames.com memperkirakan peningkatan nama bunga, termasuk Violet, Hazel, Juniper, dan Iris.

Bangkitnya Nama Empat Huruf

Kesederhanaan dan daya ingat mendorong lonjakan nama yang terdiri dari empat huruf. Colleen Slagen, seorang konsultan nama, menunjukkan opsi seperti Mack, Tate, Shep, Jude, dan Bode untuk anak laki-laki, dan Romy, Cleo, Lana, Eden, Navy, Elle, Cove, dan Drew untuk anak perempuan. Nama-nama ini dipandang “ramping” dan “tahan nama panggilan”, menawarkan pendekatan penamaan yang efisien.

Kebangkitan dan Keakraban Vintage

Pencarian nama-nama unik namun mudah dikenali terus berlanjut. Para ahli seperti Sherri Suzanne melihat kebangkitan pilihan barang antik, termasuk Etta, Marjorie, Abner, dan Thaddeus. Yang lain meninjau kembali hal-hal penting abad ke-20 seperti Wayne, Scott, Eileen, dan Cynthia, mencari keseimbangan antara nostalgia dan individualitas.

Suasana “Koboi Keren”.

Perpaduan antara kasar dan halus juga bermunculan. Nama-nama seperti Ford, Walker, Briggs, dan Rhodes menarik bagi orang tua yang mencari sentuhan gaya Barat tanpa menyimpang terlalu jauh dari daya tarik arus utama. Tren ini menjembatani kesenjangan antara estetika pedesaan dan estetika rapi.

Ejaan Kreatif dan Liku-liku Modern

Setiap generasi mencari cara untuk menyegarkan nama-nama klasik, dan pada tahun 2026 kemungkinan akan ada lebih banyak ejaan eksperimental. Abby Sandel memprediksi vokal yang hilang (Huntr), huruf tambahan (Khai), dan akhiran yang inovatif (Malakai) saat orang tua mencari orisinalitas.

Efek “Bridgerton”: Nama Era Kabupaten

Popularitas drama periode seperti “Bridgerton” mempengaruhi pilihan penamaan. Jennifer Moss mengantisipasi peningkatan “Nama Kabupaten” seperti Eloise, Elodie, Mabel, Daphne, Astrid, dan Aurelia. Untuk anak laki-laki, Ambrose, Alaric, Julian, Thaddeus, dan Tobias semakin berkembang.

Pengaruh Alkitab dan Agama

Setelah periode dominasi Celtic dan Inggris, nama-nama alkitabiah kembali muncul. Elijah, Gabriel, Ethan, Matthew, James, Yeremia, dan Noah semakin populer, mencerminkan minat baru terhadap konvensi penamaan agama tradisional.

Peradaban Kuno: Menghubungkan dengan Warisan

Orang tua semakin beralih ke budaya kuno untuk mendapatkan inspirasi. Nama-nama seperti Adhara, Cressida, Eulalia, dan Nefertari menawarkan hubungan dengan sejarah dan mitologi. Sophie Kihm dari Nameberry mencatat tren ini mencerminkan keinginan untuk menghormati akar leluhur.

Keaslian Dibanding Gaya: Tren Perlawanan

Akhirnya, muncul tren tandingan: memilih nama karena maknanya yang lebih dalam daripada mengikuti gaya sekilas. Clyde, Cedric, Harriet, dan Wallace mewakili penolakan terhadap tren dangkal yang mendukung pilihan yang otentik dan bermakna. Pendekatan ini mungkin terasa seperti memberontak di dunia yang terobsesi dengan hal-hal baru.

Kesimpulannya, pemberian nama bayi pada tahun 2026 akan dibentuk oleh interaksi yang kompleks antara preferensi estetika, pengaruh budaya, dan meningkatnya keinginan akan individualitas dan hubungan yang bermakna. Tren menunjukkan bahwa orang tua tidak hanya memilih nama; mereka membuat pernyataan tentang nilai-nilai dan aspirasi mereka.