Ikon tenis Serena Williams berada di bawah pengawasan karena para penggemar mempertanyakan promosi obat penurun berat badan GLP-1 yang baru-baru ini ia lakukan, terutama setelah iklan Super Bowl yang kontroversial. Kritik tersebut muncul ketika Williams membagikan video dirinya sedang menari tiang di gym rumahnya, yang memicu reaksi beragam.
Kontroversi Iklan Obat Penurun Berat Badan
Williams telah ditampilkan dalam iklan untuk Ro, penyedia GLP-1, termasuk tempat yang menonjol selama Super Bowl 2026. Setelah iklan tersebut, dia memposting Instagram story yang menunjukkan rutinitas kebugarannya, khususnya pole dancing, dengan judul, “Kembali berlatih dengan 2 perangkat favorit saya.”
Pemilihan waktunya telah memicu kritik, dengan banyak penggemar menunjukkan kontradiksi antara mempromosikan obat penurun berat badan dan menampilkan fisik atletis yang alami. Salah satu pengguna X mengungkapkan rasa frustrasinya dengan menyatakan, “Serena Williams adalah pensiunan legenda tenis… mengapa dia mempromosikan GLP-1?” Laporan lain menyatakan bahwa obat GLP-1 terutama dirancang untuk manajemen diabetes, dengan penurunan berat badan sebagai efek sekundernya, sehingga mempertanyakan etika jika atlet elit mendukung obat tersebut.
Penggunaan Pribadi Williams dan Ikatan Suami
Pada Agustus 2025, Williams mengungkapkan bahwa dia telah menggunakan obat GLP-1 untuk menurunkan berat badan saat hamil. Dia menggambarkan perjuangannya untuk mencapai berat badan yang diinginkan meskipun telah berlatih keras dan mengonsumsi makanan sehat, sambil menambahkan, “Saya tidak pernah mengambil jalan pintas dalam karier saya… sungguh membuat frustasi melakukan semua hal yang sama dan tidak pernah dapat mengubah angka tersebut di timbangan.”
Menambah kontroversi, suami Williams, Alexis Ohanian, duduk di dewan direksi Ro. Hubungan ini telah menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang potensi konflik kepentingan dalam dukungannya.
Gambaran Lebih Besar
Reaksi balik ini menyoroti kekhawatiran yang lebih luas tentang dukungan selebriti terhadap obat penurun berat badan dan tekanan untuk mempertahankan standar tubuh yang tidak realistis. Meskipun perjalanan kebugaran Williams mengagumkan, hubungannya dengan obat-obatan GLP-1 menimbulkan masalah etika, terutama mengingat potensi efek samping dan aksesibilitasnya.
Kontroversi ini menggarisbawahi meningkatnya perdebatan mengenai peran selebriti dalam mempromosikan obat-obatan dan pengaruh ikatan keuangan terhadap dukungan.
Perdebatan mengenai promosi Williams kemungkinan akan terus berlanjut, terutama seiring dengan semakin intensifnya diskusi seputar citra tubuh, kesehatan, dan pengaruh selebriti.
