додому Новости Без рубрики Momen Paling Kontroversial SNL: Saat Humor Jatuh

Momen Paling Kontroversial SNL: Saat Humor Jatuh

Sepanjang sejarahnya, Saturday Night Live telah mendobrak batasan, membahas topik-topik sensitif dan mencerca segala hal mulai dari politik hingga budaya pop. Meskipun beberapa sketsa menjadi ikon karena kecerdasan dan keberaniannya, sketsa lain telah memicu kemarahan dan kritik karena melanggar batas hingga tidak peka atau bahkan mengejek isu-isu serius. Berikut ini beberapa sandiwara SNL paling kontroversial yang memicu perdebatan dan membuat penonton terpecah.

Punching Down: Bahaya dari Kerentanan yang Mengejek

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa sketsa SNL mendapat kecaman karena meremehkan perjuangan yang sangat pribadi. Penggambaran Bowen Yang pada tahun 2024 tentang bayi kuda nil Moo Deng sebagai penyanyi Chappell Roan, yang dikenal karena diskusi jujurnya tentang kesehatan mental dan batasan penggemar, mendapat kecaman luas di dunia maya. Banyak pemirsa berpendapat bahwa peniruan identitas Yang meremehkan kerentanan Roan dan mengejek seseorang yang bergulat dengan tekanan kuat dari ketenaran.

Demikian pula, sketsa tahun 2022 yang menargetkan Try Guys setelah mereka memperhitungkan perselingkuhan seorang anggota menuai kritik karena dianggap kurang empati. Tanggapan video asli dari anggota yang tersisa dipandang oleh banyak penggemar sebagai tanggapan yang tulus dan rentan, sehingga mengatasi kekhawatiran secara langsung. Namun, pendekatan SNL tampaknya bagi sebagian pemirsa mengeksploitasi situasi yang menyakitkan untuk efek komedi, meminimalkan dampak emosional pada mereka yang terlibat.

Trauma Bukan Lucunya: Persidangan dan Pelecehan yang Didengar Depp

Drama komedi tahun 2022 yang memparodikan persidangan pencemaran nama baik Johnny Depp dan Amber Heard yang dipublikasikan secara luas mendapat kritik yang sangat keras. Kasus ini sendiri bermuatan emosional karena fokusnya pada tuduhan kekerasan dalam rumah tangga, sebuah isu yang sangat sensitif bagi para penyintas. Meskipun SNL sering menyindir proses hukum dan peristiwa penting, sketsa khusus ini, yang berisi lelucon tentang “insiden kotoran” yang terkenal, dianggap oleh banyak orang tidak sopan dan tidak sensitif mengingat beratnya masalah yang mendasarinya.

Bayangan Panjang Humor yang Menyinggung

Sejarah SNL juga ditandai dengan sketsa-sketsa yang kini terasa bermasalah karena penggunaan stereotip rasis atau merugikan. Chevy Chase mengucapkan kata-N kepada Richard Pryor dalam sketsa tahun 1975 sebagai salah satu contoh paling terkenal, yang mencerminkan kurangnya kesadaran mengenai sifat penghinaan rasial yang sangat menyinggung bahkan dalam konteks komedi.

Peniruan Jimmy Fallon terhadap Chris Rock pada tahun 2000 saat mengenakan wajah hitam adalah pengingat nyata betapa mudahnya humor dapat melanggengkan bias yang merugikan. Meskipun Fallon kemudian mengeluarkan permintaan maaf karena mengakui tindakannya yang menyinggung, kontroversi yang muncul kembali ini menyoroti bagaimana bentuk komedi tertentu memiliki konsekuensi yang bertahan lama dan merusak.

Garis Antara Satire dan Eksploitasi

Di luar contoh-contoh spesifik ini, SNL kadang-kadang berada dalam situasi yang sulit ketika memparodikan tragedi atau masalah sosial yang sensitif. Drama komedi tahun 2009 “The Situation Room: Tiger Woods’ Accidents,” yang menampilkan Kenan Thompson sebagai Tiger Woods meremehkan tuduhan pelecehan terhadap pasangannya, memicu reaksi balik karena meremehkan kekerasan dalam rumah tangga dan memperkuat stereotip yang merugikan.

Demikian pula, sketsa yang berhubungan dengan kasus Menendez bersaudara (1993) dan perekrutan ISIS (“Iklan Putri Ayah” pada tahun 2015) dikritik karena mengeksploitasi tragedi dunia nyata sebagai bahan tertawaan atau gagal memahami kompleksitas subjek yang sulit.

Momen-momen ini berfungsi sebagai kisah peringatan tentang potensi jebakan sindiran ketika membahas topik-topik sensitif secara humor. Meskipun daya tarik SNL sebagian terletak pada kesediaannya untuk mendobrak batasan dan menyimpang dari norma-norma masyarakat, menjaga keseimbangan antara komedi tegang dan penyampaian cerita yang bertanggung jawab tetap menjadi tantangan yang berkelanjutan.

Exit mobile version