Kris Jenner tentang Mengasuh Anak: Teman Dulu, Aturan Nanti

8

Kris Jenner, ibu pemimpin keluarga Kardashian-Jenner, telah memicu perdebatan dengan pendekatan jujurnya dalam mengasuh anak. Dalam wawancara podcast baru-baru ini, dia secara terbuka menyatakan bahwa dia memandang anak-anaknya sebagai teman, bukan hanya sebagai keturunan yang harus menjalani disiplin ketat. Perspektif ini, meskipun tidak konvensional, selaras dengan banyak orang tua yang memprioritaskan hubungan dekat dibandingkan aturan yang kaku.

Filosofi “Teman Pertama”.

Filosofi Jenner berpusat pada menjaga ikatan yang kuat dengan anak-anaknya bahkan setelah mereka mencapai usia dewasa. Dia secara eksplisit menyatakan bahwa dia tidak membesarkan anak-anaknya untuk “mengusir mereka” pada usia 18 tahun, melainkan untuk tetap menjadi bagian integral dari kehidupan mereka. Pendekatan ini, menurut Jenner, memastikan dia tidak dikucilkan dari “kehidupan besar dan indah” yang ingin dia bagikan dengan mereka.

Gagasan bahwa orang tua juga bisa menjadi teman tidak hanya dimiliki oleh orang yang sangat kaya. Banyak keluarga yang berfungsi dengan cara ini, dengan anak-anak yang tumbuh dewasa menceritakan kepada orang tuanya tentang tantangan hidup, mencari nasihat, dan menjaga hubungan dekat hingga dewasa. Dinamika ini dapat menumbuhkan rasa aman dan dukungan, terutama di dunia di mana generasi muda semakin bergantung pada jaringan keluarga untuk stabilitas finansial dan emosional.

Pergeseran Generasi dalam Pengasuhan Anak

Pendekatan Jenner kontras dengan gaya pengasuhan tradisional yang menekankan struktur, jadwal, dan kemandirian awal. Dia mengakui perbedaan ini, mengingat bagaimana tidur bersama dengan bayi belum pernah terjadi pada tahun 1980an. Hal ini menyoroti sifat norma pengasuhan yang terus berkembang. Meskipun ada yang berpendapat mengenai batasan yang ketat, ada pula yang menganjurkan hubungan yang lebih fleksibel dan membina yang memprioritaskan hubungan emosional.

Ketegangan antara pendekatan ini terlihat jelas dalam episode The Kardashians baru-baru ini, di mana Jenner berselisih dengan putrinya Kourtney karena tidur bersama. Jenner membela jadwal dan batasan tradisional, sementara Kourtney memperjuangkan pendekatan mengasuh anak yang lebih lambat dan lebih kekinian. Terlepas dari perbedaan mereka, kedua perempuan tersebut pada akhirnya memprioritaskan kesejahteraan anak-anak mereka, meskipun melalui metode yang berbeda.

Dinamika Keluarga Modern

Keterbukaan keluarga Kardashian-Jenner tentang gaya pengasuhan mereka mencerminkan pergeseran budaya yang lebih luas menuju dinamika keluarga yang lebih cair. Batasan antara orang tua dan teman semakin kabur, terutama di era di mana generasi muda sering kali kembali ke rumah, bergantung pada dukungan orang tua, dan menjaga hubungan dekat hingga dewasa. Keterusterangan Jenner mengakui kenyataan ini, dan menunjukkan bahwa membina ikatan sama pentingnya dengan menegakkan aturan.

Pada akhirnya, keberhasilan gaya pengasuhan apa pun terletak pada kemampuannya membina hubungan yang sehat dan suportif. Baik melalui disiplin yang ketat atau persahabatan yang terbuka, tujuannya tetap sama: membesarkan anak-anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik, bahagia, dan merasa dicintai dan terhubung dengan keluarga mereka.