Hubungan antara Kate Middleton, Putri Wales, dan Ratu Camilla dilaporkan telah mencapai titik puncaknya, dengan klaim baru yang menunjukkan bahwa Kate sengaja meminimalkan interaksi Pangeran George dengan nenek tirinya. Dugaan tindakan tersebut, menurut sumber, adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjaga agar bangsawan muda itu lebih dekat dengan keluarga dekatnya dan pihak Middleton.
Dugaan Penghinaan
Orang dalam mengklaim Kate sengaja membatasi kontak informal antara George dan Camilla, memperkuat ikatannya dengan Pangeran William dan orang tuanya sendiri, Carole dan Michael Middleton. Hal ini tidak dianggap sebagai suatu kebetulan; melainkan strategi yang disengaja oleh Kate untuk mengendalikan lingkungan anak-anaknya mengingat ketegangan yang ada dengan Ratu.
“Kate sangat fokus dalam mengendalikan lingkungan anak-anaknya. Mengingat ketegangan yang dia rasakan terhadap Camilla, dia jauh lebih nyaman memperkuat ikatan George dengan William dan orang tuanya sendiri.”
Preferensi terhadap nenek George, Carole Middleton, juga disorot, dengan Kate dilaporkan menaruh kepercayaan implisit padanya sementara mengurangi kepercayaannya pada Camilla. Dinamika ini dilaporkan mencerminkan di mana Kate merasa paling aman dalam membesarkan putranya.
Ketegangan Meningkat
Dugaan perselisihan antara Kate dan Camilla dilaporkan telah meningkat, yang digambarkan oleh sumber sebagai “nuklir,” terutama mengingat kontroversi baru-baru ini yang melibatkan Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson. Perseteruan ini dikatakan semakin intensif setelah adanya anggapan remeh dalam acara-acara penting, seperti Kunjungan Kenegaraan Presiden Trump, di mana Camilla diduga tidak menyukai Kate yang menonjol.
Peran George di Masa Depan
Penampilannya baru-baru ini, seperti kehadiran George di Sandringham pada hari Natal, dipandang sebagai sinyal persiapannya untuk masa depan sebagai pekerja kerajaan. “Kepercayaan diri dan kedewasaannya yang tenang” di usianya yang begitu muda menggarisbawahi perkembangan perannya dalam monarki.
Mengapa Ini Penting
Dugaan ketegangan antara Kate dan Camilla menyoroti dinamika kekuasaan yang lebih luas dalam keluarga kerajaan. Suksesi takhta tidak pernah mudah, dan masing-masing anggota kerajaan berperan dalam memastikan kelancaran transisi. Perseteruan ini menggarisbawahi persaingan untuk mendapatkan pengaruh, visibilitas, dan kendali atas narasi seputar masa depan monarki.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana hubungan pribadi dalam keluarga kerajaan berdampak pada persepsi publik dan stabilitas institusi itu sendiri. Kontrol yang dilaporkan atas paparan George terhadap Camilla menunjukkan adanya langkah yang diperhitungkan untuk membentuk loyalitasnya dan memperkuat peran masa depannya dalam monarki Inggris. Implikasi jangka panjang dari perseteruan ini masih harus dilihat, namun hal ini menggarisbawahi perebutan kekuasaan yang kompleks yang sering terjadi secara tertutup.
