Adas, tanaman yang dulunya diabaikan karena rasa adas manisnya yang kuat, telah menjadi makanan pokok di dapur di seluruh dunia. Dari ayam panggang dan semur makanan laut hingga koktail dan campuran rempah-rempah, sayuran harum ini menawarkan rangkaian aplikasi kuliner yang mengejutkan. Inilah semua yang perlu Anda ketahui tentang bahan yang kurang dihargai ini.
Apa itu Adas?
Adas (Foeniculum vulgare ) adalah ramuan abadi berbunga yang berasal dari wilayah Mediterania, termasuk dalam keluarga Apiaceae – yang juga mencakup wortel, seledri, dan peterseli. Setiap bagian tanaman dapat dimakan: umbi, batang, daun, biji, dan bahkan serbuk sari.
Adas dijual di toko kelontong dan pasar petani dengan daun pelepahnya yang sering masih menempel. Meskipun sebagian besar umbi yang dijual secara komersial memiliki panjang sekitar enam hingga dua belas inci, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi enam kaki di alam liar.
Mengidentifikasi Adas: Penampilan dan Rasa
Umbi adas berusuk seperti seledri tetapi memiliki warna putih pucat atau kehijauan, dan kira-kira seukuran bola tenis. Tangkainya berwarna hijau muda dan menyatu dengan daun berbulu, yang mungkin menghasilkan bunga kuning setelah 12–16 minggu pertumbuhan.
Profil rasa bervariasi menurut variasi. Finocchio (Adas Florence) adalah kultivar termanis yang banyak tersedia dengan aroma buah adas manis. Jenis Mediterania lainnya seperti Di Firenze dan Fino juga menawarkan rasa manis dan bulat. Adas liar cenderung lebih asertif, dengan rasa gurih dan sedikit pahit di samping karakter adasnya.
Umbi dan batangnya renyah dan lembut; daunnya memiliki rasa manis seperti licorice dengan highlight lemon. Serbuk sari adas, yang diekstrak dari bunganya, menghasilkan rasa adas jeruk yang manis.
Kapan Musim Adas?
Ketersediaan adas tergantung pada iklim. Di wilayah AS yang lebih sejuk, tanaman ini tumbuh subur dari akhir musim semi hingga awal musim gugur, dengan puncak panen pada akhir musim panas dan awal musim gugur. Daerah beriklim hangat, seperti sebagian California dan negara bagian selatan, mengalami musim puncak dari November hingga April. Adas liar bersifat abadi dan tumbuh subur sepanjang tahun di banyak daerah.
Cara Memanfaatkan Setiap Bagian Tanaman Adas
Fleksibilitas adas menjadikannya impian para penggila zero-waste. Berikut cara menggunakan setiap komponen:
- Bohlam Adas: Adas mentah yang diiris tipis memiliki tekstur renyah dan rasa adas manis yang kuat. Ini cocok dipadukan dengan sayuran pahit seperti radicchio dalam salad dengan saus ikan teri, atau di atas roti panggang alpukat dengan jeruk. Dipanggang atau direbus, rasanya menjadi empuk dan lembut, rasa manis yang halus menambah rasa gurih pada hidangan seperti ayam atau saus pasta.
- Daun Adas: Daun beraroma adas manis ini cocok untuk pesto, isian ikan (seperti dedak utuh dengan rosemary dan jeruk keprok), atau sebagai hiasan untuk daging panggang. Menanamkan minyak zaitun pada daunnya akan menghasilkan minyak akhir yang cerah dan herba.
- Biji Adas: Biji adas utuh menawarkan tekstur kenyal dan bumbu lembut. Mereka digunakan dalam masakan dan pengobatan tradisional di banyak budaya. Dipanggang, digiling, atau digunakan utuh dalam kaldu dan kaldu, makanan ini menambah kedalaman masakan. Manisan biji adas juga dinikmati sebagai penyegar nafas dan bantuan pencernaan.
Penggantian Adas
Jika adas tidak tersedia, pertimbangkan alternatif berikut:
- Biji Adas Manis: Gunakan setengah jumlah biji adas manis karena rasa licoricenya lebih kuat.
- Anise Liqueur: Sedikit sup atau kari dapat meniru aroma adas.
- Jintan: Pengganti biji adas dalam sosis dan campuran daging berlemak.
- Seledri: Pengganti mentah yang baik, meski rasanya lebih lembut.
- Bawang Putih: Untuk dipanggang atau ditumis, bawang putih memiliki tekstur serupa, namun tidak memiliki profil adas manis.
Penyimpanan
Simpan umbi adas yang dibungkus dengan tisu di laci rak hingga 10 hari. Pisahkan daun dan batangnya dalam kantong plastik yang dibungkus longgar hingga satu minggu. Biji adas sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering.
Adas adalah bahan yang sangat serbaguna yang layak mendapat tempat di repertoar setiap juru masak. Kemampuan beradaptasi dan profil rasa yang unik menjadikannya tambahan yang berharga untuk hidangan sederhana dan kompleks.
