Jessica Biel Peringatkan Orang Tua Terhadap Tren Tantrum “Jessica” yang Viral

11

Aktris Jessica Biel berbicara menentang tren pengasuhan anak yang viral di media sosial yang menggunakan teriakan berulang-ulang untuk mengatur perilaku balita, mengungkapkan kekhawatiran bahwa metode tersebut mungkin lebih menimbulkan rasa takut daripada disiplin.

Tren “Jessica” Dijelaskan

Tren ini, yang mendapat perhatian di platform seperti TikTok, melibatkan orang tua berulang kali dan dengan keras meneriakkan nama tertentu—dalam hal ini, “Jessica”—untuk membingungkan atau mengagetkan balita agar tidak mengamuk. Tujuannya adalah memutus siklus tekanan emosional anak melalui masukan sensorik yang tiba-tiba.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Us Weekly, Biel membahas fenomena tersebut. Meskipun dia bercanda tentang pengujian metode ini pada anjingnya sendiri, hal utama yang dia ambil adalah kekhawatiran anak-anak yang terlibat.

“Saya merasa anak-anak ini ketakutan,” kata Biel. “Mereka tampak ketakutan dan berharap Jessica tidak muncul.”

Dampak Psikologis Pola Asuh yang “Shock”.

Tren ini termasuk dalam kategori taktik pengasuhan “kejutan” yang lebih luas yang sering terlihat di media sosial, di mana orang tua menggunakan suara keras yang tiba-tiba atau interupsi yang tidak terduga untuk mengalihkan perhatian anak.

Meskipun metode ini mungkin tampak “berhasil” dalam video pendek dengan segera menghentikan amukan, pakar perkembangan anak sering kali memperingatkan bahwa taktik tersebut dapat:
Memicu respons rasa takut: Daripada mempelajari pengaturan emosi, anak belajar bereaksi terhadap ancaman yang dirasakan.
Merusak kepercayaan: Mengagetkan anak berulang kali dapat menciptakan lingkungan yang tidak dapat diprediksi dalam hubungan orang tua-anak.
Prioritaskan kepatuhan dibandingkan komunikasi: Tujuannya berubah dari membantu anak mengatasi emosi yang besar menjadi sekadar membungkamnya melalui intimidasi.

Perspektif Biel tentang Tren Media Sosial

Biel yang menikah dengan Justin Timberlake dan memiliki dua putra, Silas dan Phineas, mengaku kerap terputus dari siklus budaya internet yang cepat. Dia mencatat bahwa dia sebagian besar tidak menyadari label kontroversial “ibu laki-laki”—sebuah istilah yang baru-baru ini mendapat kritik di TikTok karena persepsi stereotip tertentu.

Mengenai labelnya, Biel mengambil pendekatan pragmatis:
– Dia mengakui realitas pengalamannya, dengan menyatakan, “Faktanya adalah, aku laki-laki, ibu.”
– Ia mencatat bahwa meskipun gaya pengasuhan anak dapat berubah berdasarkan jenis kelamin anak, tingginya tingkat energi yang ia alami bersama anak laki-lakinya tidak hanya terjadi pada anak laki-laki, karena banyak ibu yang memiliki anak perempuan melaporkan tantangan serupa.


Kesimpulan
Dengan menyoroti ketakutan yang terlihat dalam video parenting yang viral, Jessica Biel mendesak peralihan dari disiplin berbasis intimidasi ke metode yang mengutamakan rasa aman anak.