Apakah Terengah-engah atau Berbicara Saat Tidur Merupakan Tanda Sleep Apnea?

5

Menekankan. Kecemasan. Tetangga yang berisik di balik tembok. Pasangan yang menimbun selimut seolah hidupnya bergantung padanya.

Gulungan hal-hal yang dapat merusak istirahat Anda tidak ada habisnya. Tidak heran jika diperkirakan 50 hingga 90 juta orang dewasa di Amerika Serikat menderita beberapa jenis gangguan tidur. Jumlah itu sangat besar.

Kebanyakan dari kita hanya menganggapnya sebagai “tidur yang buruk”. Kami menyalahkan gulungan larut malam atau terlalu banyak kopi. Namun bagaimana jika masalah sebenarnya bukan pada waktunya, melainkan pada kondisi medis yang tidak terdiagnosis? Anda mungkin sedang tidur, tetapi tubuh Anda sedang berjuang.

Janice Johnston, salah satu pendiri Redirect Health, menjelaskannya dengan jelas: “Kebanyakan orang akan menyadari bahwa tidur mereka terganggu… namun seringkali sulit untuk melacaknya… pada gejala seperti hidung tersumbat atau nyeri.” Anda berasumsi Anda hanya lelah. Anda mungkin sebenarnya sakit.

Berikut delapan tanda spesifik bahwa tidur Anda tidak hanya gelisah—tetapi juga masalah medis.

Terengah-engah: Saat Sleep Apnea Menyerang

Bangun dengan terengah-engah bukanlah hal yang normal. Ini jarang sekali hanya sekedar “nasib buruk”.

Penyebab paling umum adalah apnea tidur obstruktif. Ini adalah gangguan tidur serius di mana pernapasan berulang kali berhenti dan mulai terjadi saat istirahat. Zeeshan Khan menjelaskan mekanismenya: “Saat tidur, otot-otot rileks dan singgasana menyempit atau menutup.”

Ketika saluran napas itu tersumbat, otak Anda akan membuat Anda terbangun untuk bernapas. Anda mungkin tidak mengingat peristiwa tersebut, tetapi tubuh Anda mengingatnya. Hasilnya? Mendengkur, suara tersedak, sakit kepala di pagi hari, dan mulut kering.

Tapi itu tidak selalu apnea. Dua kondisi lain yang dapat menyebabkan terengah-engah secara tiba-tiba:

  • Tetesan postnasal: Alergi atau flu biasa dapat menyebabkan lendir berlebih masuk ke tenggorokan, sehingga menghalangi saluran udara untuk sementara. Hidrasi dan mukolitik seperti Mucinex membantu mengencerkan lendir tersebut.
  • Refluks asam: Asam lambung yang menjalar ke kerongkongan dapat memicu sensasi kejang atau tersedak. Tidur miring ke kiri atau menggunakan bantal wedge sering kali mengurangi refluks di malam hari.

Jika Anda terengah-engah, temui dokter. Mereka mungkin akan melakukan penelitian tidur untuk memastikan apakah diagnosis apnea tidur diperlukan. Perawatan biasanya melibatkan mesin CPAP untuk menjaga jalan napas tetap terbuka.

Mendengkur Bukan Hanya Mengganggu

Kita semua pernah mengalami dengkuran yang keras. Namun jika mendengkur disertai dengan sesak napas, berkeringat banyak, atau bangun dengan perasaan sesak, itu adalah tanda bahaya.

Mendengkur terjadi ketika jaringan bergetar di saluran napas yang menyempit. Bisa disebabkan oleh pilek, alergi, atau berat badan berlebih. Namun, jika Anda juga mengalami episode terengah-engah, cara mengidentifikasi gejala apnea tidur menjadi sangat penting.

Jika studi tidur mengesampingkan apnea, perbaikannya lebih sederhana:
1. Tidur miring.
2. Tinggikan kepala tempat tidur.
3. Cobalah strip atau semprotan hidung untuk membuka saluran.
4. Gunakan alat mulut untuk menjaga rahang tetap maju.

Jangan abaikan kebisingannya. Hal ini sering kali merupakan tanda peringatan akan adanya masalah struktural yang lebih dalam.

Berjalan dalam tidur dan Parasomnia

Berjalan dalam tidur bukan hanya untuk menonton film. Itu adalah parasomnia—kelainan di mana Anda melakukan tindakan selama tidur nyenyak non-REM sambil terjaga sebagian.

Hal ini bisa dipicu oleh hal-hal sederhana seperti kurang tidur, demam tinggi, atau stres ekstrem. Obat-obatan tertentu juga berperan, termasuk obat penenang dan obat psikiatris. Alkohol? Juga merupakan faktor utama.

Dr Khan mencatat bahwa selama episode ini, otak berada dalam keadaan aneh antara tidur dan terjaga. Jika hal ini terjadi pada Anda atau seseorang yang Anda kenal, spesialis tidur perlu meninjau riwayat Anda dan memesan penelitian.

Pencegahan adalah kuncinya di sini:
* Hindari pemicu seperti alkohol dan stres.
* Pastikan Anda cukup istirahat.
* Beberapa ahli menyarankan untuk membangunkan orang tersebut dengan lembut sekitar 15 menit sebelum mereka biasanya berjalan, untuk mengatur ulang siklusnya.

Tidur Berbicara: Lebih Dari Sekadar Mimpi

Berbicara saat tidur (somniloquy) adalah hal biasa. Ini sering terjadi bersamaan dengan mimpi buruk atau berjalan dalam tidur. Tapi kapan hal itu melewati batas dari unik menjadi mengkhawatirkan?

Hal ini sering dikaitkan dengan stres emosional, kondisi kesehatan mental, atau penyalahgunaan zat. Dr Johnston menunjukkan bahwa kondisi kesehatan ini dapat menyebabkan halusinasi atau perubahan suasana hati yang ekstrim.

Jika Anda berteriak, berdebat, atau melakukan percakapan mendetail saat tidur, perhatikan. Ini bisa menjadi tanda dari:
* Mimpi buruk terkait PTSD.
* Efek samping pengobatan (terutama antidepresan atau alat bantu tidur).
* Tingkat kecemasan yang tinggi.

Jika pembicaraan sering terjadi atau mengkhawatirkan, konsultasikan dengan spesialis. Mereka mungkin menyesuaikan pengobatan Anda atau membantu Anda mengelola stres yang mendasarinya.

Mimpi Buruk Kronis dan Kesehatan Mental

Mimpi buruk terjadi. Setiap orang pasti pernah mengalami mimpi buruk. Namun ketika mimpi buruk menjadi pola kronis, konsekuensinya sangat parah.

“Pemicu paling umum adalah kecemasan dan depresi,” kata Johnston. PTSD adalah penyebab utama lainnya. Jadwal tidur yang terganggu juga dapat memperburuk keadaan.

Risikonya bukan hanya pada pagi hari yang buruk. Johnston memperingatkan “dampak kesehatan yang sangat buruk,” termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, dan bahkan bunuh diri. Ini bukanlah sesuatu yang harus “ditangguhkan”.

Ada perawatan yang efektif:
* Terapi Latihan Citra: Anda menulis ulang akhir mimpi buruk Anda saat terjaga, lalu berlatih memvisualisasikan akhir baru tersebut sebelum tidur. Ini sangat efektif untuk mimpi buruk yang berhubungan dengan PTSD.
* Penyesuaian Pengobatan: Terkadang, mengubah dosis resep saat ini dapat menghentikan teror malam.
* Manajemen Stres: Terapi dan keterampilan manajemen waktu dapat mengurangi kecemasan yang memicu mimpi.

Bangun untuk Kencing (Nokturia)

Bangun sekali untuk buang air kecil? Umum. Bangun berkali-kali? Tidak bagus.

Nokturia, atau sering buang air kecil di malam hari, meningkat seiring bertambahnya usia. Tapi ini bukan hanya usia. Itu bisa menandakan:
* Kencing manis.
* Infeksi saluran kemih.
* Pembesaran prostat.
* Gagal ginjal.
* Beser.

Dr Johnston menyarankan langkah pertama: Buatlah catatan harian kandung kemih. Selama beberapa hari, catat berapa banyak Anda minum, kapan Anda pergi, dan kira-kira berapa banyak Anda buang air kecil. Sertakan obat atau gejala apa pun.

Jika Anda minum terlalu banyak sebelum tidur, kurangi. Namun jika frekuensinya terus berlanjut, dokter mungkin akan meresepkan obat antikolinergik atau mengobati infeksi yang mendasarinya. Jangan berasumsi bahwa ini hanya sekedar “penuaan”.

Menggeretakkan Gigi (Bruxism Tidur)

Apakah Anda bangun dengan sakit kepala? Rahang sakit? Atau dokter gigi memberi tahu Anda bahwa enamel Anda rusak?

Anda mungkin mengalami bruxism saat tidur —mengertakkan atau menggemeretakkan gigi saat tidur. Mayo Clinic mencatat bahwa orang yang menggemeretakkan gigi sering kali mengalami gangguan tidur lain seperti apnea atau mendengkur.

Mengapa hal itu terjadi? Stres dan kecemasan adalah penyebab umum. Namun Johnston mencatat bahwa hal ini sering kali disebabkan oleh gigitan atau kesejajaran rahang yang tidak normal.

Perawatan biasanya melibatkan pelindung mulut khusus dari dokter gigi Anda. Ini tidak memperbaiki penyebabnya, tapi melindungi gigi Anda dari kerusakan permanen. Atasi stres atau masalah ortodontik secara terpisah, tetapi waspadalah sekarang.

Langsung Tertidur?

Menurutmu tertidur seketika adalah kekuatan super? Tidak jika itu karena kelelahan.

Jika Anda tidur kurang dari 7 hingga 9 jam dan memukul bantal seperti batu bata, tubuh Anda kekurangan istirahat. Ini bukanlah awal tidur yang sehat; itu kurang tidur.

Perhatikan tanda-tanda lainnya berikut ini:
* Kantuk berlebihan di siang hari.
* Kesulitan fokus pada tugas-tugas sederhana.
* Tertidur sambil menonton TV atau, lebih buruk lagi, mengemudi.
* Kesulitan mengatur emosi.

Jika ini terdengar familier, gunakan Skala Kantuk Epworth online untuk mengukur tingkat keparahannya. Namun yang lebih penting, temui spesialis tidur.

Tidur instan juga bisa menandakan adanya narkolepsi, suatu kelainan neurologis. Dr Khan menjelaskan hal ini melibatkan hilangnya neurotransmitter (hipokretin) yang mengatur kesadaran.

Gejalanya meliputi:
* Serangan tidur (tertidur secara tidak terduga).
* Cataplexy (kelemahan otot secara tiba-tiba yang dipicu oleh emosi).
* Tidur malam terganggu.

Jika Anda mencurigai narkolepsi atau apnea parah, Anda memerlukan penelitian. Pengobatan dapat membantu mengatasi narkolepsi, membuat Anda tetap terjaga dan berfungsi sepanjang hari.

Makan dalam Tidur Anda

Ini jarang terjadi namun serius. Gangguan Makan Terkait Tidur (SRED) melibatkan konsumsi makanan dalam keadaan tidak sadarkan diri sepenuhnya.

Pemicu umum termasuk alat bantu tidur seperti Ambien atau Lunesta. Ini juga bisa terjadi bersamaan dengan Sindrom Kaki Gelisah.

Bahayanya nyata:
* Pertambahan berat badan.
* Kelelahan dan depresi.
* Cedera fisik (terpotong atau terbakar saat memasak).
* Keracunan karena memakan makanan bukan makanan.

Jika SRED Anda disebabkan oleh obat, hentikan atau ganti obat di bawah pengawasan dokter. Jika bukan karena narkoba, Anda perlu mengamankan dapur Anda dari anak-anak. Kunci lemari es dan lemari. Pindahkan furnitur yang dapat menyebabkan tersandung. Pasang alarm di pintu kamar tidur.

Ini bukan hanya aneh; itu berbahaya.

Memantau Diri Saat Hidup Sendiri

Anda tidak memiliki pasangan yang menyenggol Anda dan berkata, “Hei, kamu berteriak lagi.” Bagaimana Anda melacak hal ini sendirian?

Dr Thomas Hammond mencatat bahwa petunjuk halus dapat muncul di lingkungan Anda. Apakah rumahmu berantakan? Apakah ada makanan yang hilang dari lemari es? Ini adalah petunjuk.

Anda juga bisa menggunakan teknologi. Meskipun tidak bersifat diagnostik, perangkat konsumen dapat memberikan data untuk dokter Anda:

  • Monitor samping tempat tidur: Melacak pernapasan dan gerakan tubuh. Beberapa bahkan mencatat suhu dan kebisingan ruangan.
  • Sensor di bawah kasur: Mengukur detak jantung dan pergerakan. Detak jantung yang tidak teratur di sini dapat menunjukkan masalah tiroid atau stres yang tinggi.

Kumpulkan data selama dua hingga tiga minggu. Bawalah ke janji temu Anda.

Perangkat ini tidak akan memberikan Anda diagnosis klinis. Mereka tidak akan memberi tahu Anda apa yang Anda miliki. Namun mereka dapat menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah. Dan hal ini sering kali merupakan langkah pertama untuk mendapatkan bantuan yang sebenarnya Anda perlukan.

Tidur Anda harus bersifat memulihkan, bukan menjadi sumber misteri medis. Jika Anda bangun dalam keadaan lelah, terengah-engah, atau bingung, berhentilah menggulir dan mulailah mencari. Jawabannya mungkin tertulis di tubuh Anda.